Sudah menjadi suratan, bahwa ada 3 perkara yang sangat diinginkan oleh manusia, yaitu anak, harta benda, dan wanita.
Sebagai seorang wanita sudah barang tentu, dan memang sudah kudratnya, bila dapat tampil cantik dan menarik. Entah harus dengan make up, operasi, memakai baju dengan model terkini atau memang dari sananya sudah cantik. Tentu hal ini merupakan kebanggaan tersendiri.
Benarkah kecantikan itu benar-benar sebagai karunia?
Bila kita mau berpikir sejenak, kita akan menyadari bahwa sesuatu itu akan menjadi karunia bila dapat membimbing kita mencapai kebahagiaan di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Seorang wanita yang merawat diri demi untuk menjaga harga diri dan untuk menjaga nikmat yang diberikan Allah, maka kecantikan yang tampak adalah kecantikan yang hakiki.
Seorang isteri yang tampil menarik di depan sang suami untuk membahagiakan hatinya dan meneduhkan mata kakandanya. Inilah wanita yang dikaruniai kecantikan sempurna. Inilah wanita yang menjadi perhiasan terindah di dunia.
Tapi wanita yang tampil cantik dan menawan agar bisa menarik perhatian. Saya kira Inilah awal dari malapetaka.
Andaikan ia berhasil menarik perhatian, pada akhìrnya ia akan terjebak pada sifat bangga diri. Bila seseorang sudah terhinggapì penyakit ini, maka imbasnya pada sisi psikologi. Orang yang bangga diri cenderung berkepribadian labil, mudah emosi dan tidak mau tersaingì. Bila tujuan menarik perhatian tadi tidak tercapai, maka ia akan menjadi kecewa dan sakit hati. Sungguh hanya menyiksa diri sendiri. Apakah kecantikan yang seperti ini sebagai karunia?
Seorang wanita yang dengan kecantikannya dan pesona yang dimilikinya hanya digunakan untuk mencari mangsa dan untuk menundukkan kaum laki-laki, dan ada yang sengaja menjual kecantikannya dan keindahan tubuhnya, entah hanya untuk memburu materi atau kepuasan diri. Menurut saya kecantikan yang seperti itu adalah suatu bencana.
Sekali lagi itu hanya menurut pemikiran saya. Entah para pembaca?
Saya setuju Pak. Setuju sekali.
…> kita yang sudah berkeluarga apalagi yang sudah punya anak, memang haruslah mawas diri.
semoga pendamping saya tetap cantik luar dalam. mudah-mudahan sang bencana jauh dari dari kehidupan
Amiiin!
cantik relatif…
Cantik itu rahmat …. sesuatuyang perlu disyukuri dan dipahami …
–>>> betul sekali, memang seharusnya begitu. Tapi sayangnya banyak yg lupa akan hal itu.
Mnrt aq ap yg anda ktkan mmng bnr, but bkn kh d zman skrng ni jka wnita tdk trlihat cntik mlah akn d ejk oleh kaum pria?